puisi cinta
sepenggal catatan dalam ingatan
sorot itu meredup
ada kristal terpiaskan
tertunduk…dukanya tak terukur…
memahami sedih di hatinya
namun yang ada hanya kagum dalam sesaknya dada
benarkah dia milik ku, …tertunduk.
kristal itu lepas mengalir di pipinya
menangis tanpa nada
ku tatap paras sendunya
ia sangat berduka…
coba mengerti galaunya,
tak dapat kulakukan diantara iba dan ragu
benarkah dia milik ku,…tertunduk
benarkah dia milik ku…
puisi rindu
Mendung hari ini begitu terasa genting
Aku menatap waktu yang terus berputar…
Tapi aku di butakan oleh sinar fajar mentari yang twerus kau pancarkan buatku…
Fajar… Aku disini tetap menantimu, , ,
Menantimu menyambut tanganku ini. .
Fajar… Aku memintamu meminangku nanti hingga aku menjadi kekasihmu yang sah secara agama..
Tapi aku ingin engkau menikahi agamaku dahulu sebelum menikahiku…
Lewat Puisi ini aku ingin kau membacanya…
puisi nIE MNarixxx,,
ReplyDeletebUAT ANak2 yaNG BERjiwA SENi tinggI....
aku suka kalimat yang "Tapi aku ingin engkau menikahi agamaku dahulu sebelum menikahiku…"
ReplyDeletecukup mengispirasikan tetanggaku...
ngarang sendiri nie???
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletepUisi yang menGgetarkan jiwa......
ReplyDelete^_^
@ anonim...ya,,makasih yach,,,
ReplyDeletetunggu ya kluaran baru cerpennya...
@ leo...da yo,,thanks
yupz....
ReplyDeletesama-sama...;;
^_^
ya dA,,,
ReplyDeleteKAu g" mau juGHA
MENJadi penULIS yo,,,
y Lo' d'znkan aq mw lh......
ReplyDeleteamINNN,,,,
ReplyDeleteMOgha smA2 KTa berHASIL Yach
amINNN,,,
Amiiiin.,,,,,,,,,
ReplyDelete^_*